(Sumber gambar : http://sketsabudaya.blogspot.co.id/)
Di keraton Yogyakarta terdapat berbagai museum yang menarik dikunjungi para wisatawan yang sedang berlibur di Daerah Istiewa Yogyakarta, salah satunya adalah Museum Hamengkubuwono IX. Musium ini didirikan pada awal tahun 1990-an dan diresmikan pada tanggal 28 November 1992 oleh Sultan Hamengku Buwono X. Museum ini berada satu komplek dengan keraton Yogyakarta. Museum ini didedikasikan untuk Sultan Hamengkubuwono IX untuk mengenang jasa selama hidupnya.
Museum Hamengkubuwono berisi koleksi-koleksi peninggalan Sultan Hamengkubuwono IX semasa hidupnya. Disana terdapat berbagai macam barang-barang yang pernah dipakai atau digunakan Sultan Hamengkubuwono IX dan juga berbagai macam penghargaan yang pernah diraihnya. Bukan hanya barang-barang milik Sultan saja yang di pamerkan di museum ini, akan tetapi di museum ini juga terdapat dokumen-dokumen milik raja Yogyakarta kesembilan tersebut.
Beberapa benda koleksi yang terdapat di Museum Hamengkubuwono antara lain adalah meja tulis, cindera mata, foto, beberapa penghargaan berupa medali, tanda jasa, dan surat keputusan presiden RI. Terdapat pula koleksi mobil-mobilan Sri Sultan Hamengkubuwono IX ketika masih kecil, peralatan memasak, bumbu dapur, baju, dan berbagai benda lainnya. Disana juga terdapat meja kerja, pakaian, dan berbagai benda lain seperti pakaian seragam militer.
Di museum ini pengunjung dapat melihat kegiatan-kgiatan yang pernah diikuti oleh Sultan Hamengkubuwono semasa hidupnya, yaitu keterlibatan Sri Sultan dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia, kegiatan Sultan Hamengkubuwono IX di kraton sebagai seorang Sultan Yogyakarta, pejabat negara Republik Indonesia, dan berbagai kegiatan lain seperti Pramuka karena notabene Sultan Hamengkubuwono IX adalah Bapak Pramuka Indonesia, dan juga keseharian sebagai seorang pribadi di mata keluarga, masyarakat, dan teman-temannya.
Museum ini buka setiap hari kecuali sedang diadakan upacara adat di keraton. Museum ini dibuka pukul 08.30 – 14.00, kecuali hari Jumat hanya buka sampai dengan pukul 13.00. Harga tiket masuk ke Museum Hamengkubuwono IX ini cukup terjangkau, hanya sebesar Rp.5.000, dan akan dikenakan biaya tambahan sebesar Rp.1.000 apabila membawa kamera. Akses menuju Museum Hamengkubuwono IX ini sangat mudah karena letaknya yang berada di tengah pusat kota. Pengunjung bisa berkunjung ke museum menggunakan kendaraan pribadi berupa mobil atau motor, atau menggunakan alat transportasi umum di Yogyakarta seperti Trans Jogja, atau taxi.
Museum ini sangat baik dikunjungi oleh masyarakat karena museum ini bisa digunakan untuk sarana edukasi, yaitu untuk pendidikan, untuk menyampaikan nilai-nilai baik dari Sultan Hamengkubuwono IX yang dikenang dalam museum. Selain itu, pengunjung juga dapat belajar tentang sosok Sultan Hamengku Buwono IX, dimana di museum ini kita dapat melihat bahwa seorang Sultan juga memiliki kebiasaan dan kehidupan seperti manusia biasa, seperti hobi memasak, fotografi, bermain dengan teman-temannya, dan juga berkumpul dengan keluarga.
http://sektiadi.staff.ugm.ac.id/2012/05/museum-sri-sultan-sebagai-sumber-inspirasi-dan-semangat/
Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta adalah suatu provinsi yang memiliki berbagai destinasi wisata budaya, seperti keraton, seni pertunjukan, museum, dan lain-lain. Salah satu museum yang memiliki unsur wisata budaya adalah Museum Wayang Kekayon. Kekayon sendiri berasal dari kata Kayon yang berarti gunungan yang melambangkan alam semesta, pada pertunjukan wayang saat Kekayon ditancapkan berarti kehidupan sudah dimulai. Museum ini didirikan oleh Prof. Soejono Parwirihusodo dengan tujuan agar generasi muda bisa mengetahui dan memahami kebudayaan yang ada di Indonesia sebagai warisan budaya. Pada tahun 1987 selesai dibangun, dan diresmikan pada tanggal 5 Januari 1991 oleh Gubernur DIY yaitu Sri Pakualam VII, dan mulai dibuka untuk umum.
Di Museum Wayang Kekayon tidak hanya terdapat koleksi wayang saja, akan tetapi juga terdapat sejumlah bangunan dan replika tentang sejarah Indonesia dari zaman purba hingga sampai zaman proklamasi kemerdekaan. Harga tiket Masuk pada Museum Wayang Kekayon ini adalah Rp.7.000 untuk pelajar atau umum. Rp.10.000 untuk turis asing, dan apanila pengunjung membawa kamera maka akan dikenakan biaya tambahan sebesar Rp.10.000. buka dari hari Selasa – Minggu pukul 08.30 – 14.00, sedangkan utuk hari Sabtu pukul 08.30 – 12.00 WIB.
Kabupaten Temanggung adalah kabupaten yang memiliki berbagai objek wisata yang menarik untuk dikunjungi, karena Temanggung berada di lokasi geografis yang notabene berada di daerah pegunungan. Namun, ternyata Kabupaten Temanggung tidak hanya memiliki objek wisata alam saja, Kabupaten Temanggung juga memiliki berbagai objek wisata sejarah, salah satunya yang saat ini cukup menjadi perbincangan hangat adalah Situs Liyangan.
Situs Liyangan ini diperkirakan sudah berdiri sejak zaman mataram kuno. Menurut para ahli hal itu dibuktikan dengan adanya bulir padi purba, kayu yang terbakar menjadi arang, yang diperkirakan semua itu terbakar dikarenakan terkena erupsi dari Gunung Sindoro. Situs Liyangan ini memang berada di lereng Gunung Sindoro. Dari area situs Gunung Sindoro tampak begitu dekat. Sampai saat ini sudah banyak ditemukan banyak peninggalan baru seperti, tembikar zaman Dinasti Cina kuno, Arang bekas kayu pendopo, rumah dan sebagainya, altar, jalan, dan pagar.

Berbicara tentang objek wisata di Kabupaten Temanggung memang tidak ada habisnya. Letak yang berada di daerah pegunungan membuat Kabupaten temanggung memiliki berbagai tempat wisata yang beragam. Mulai dari wisata alami maupun buatan. Wisata alam di Temanggung tidak hanya berupa pegunungan saja, Kabupaten Temanggung juga memiliki objek wisata berupa air terjun atau curug, salah satunya adalah Curug Lawe.

Objek wisata Jumprit adalah salah satu tempat wisata di Temanggung yang tidak hanya menawarkan wisata budaya saja, tetapi juga menawarkan wisata alam pegunungan yang indah. Objek wisata ini berada di lereng lereng Gunung Sindoro di ketinggian 2.100 meter dari permukaan laut (dpl), tepatnya di Desa Tegalrejo, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung. Jaraknya hanya sekitar 26 km dari barat laut kota Temanggung. Konsep wisata yang ditawarkan di tempat ini adalah umbul Jumprit. Mata air yang terdapat di umbul Jumprit ini tidak pernah kering meski saat kemarau panjang. Airnya sangat dingin walau pada siang hari, air disini sangat jernih dan menyegarkan karena berasal dari sumber mata air di pegunungan. Air dari umbul ini juga dimanfaatkan penduduk sekitar untuk keperluan sehari-hari, termasuk mengairi sawah dan kebun.












Di taman Kaliprogo ini anda bisa melihat juga jembatan tua peninggalan jaman penjajahan yang menjadi saksi bisu pembantaian ribuan rakyat Indonesia pada masa kolonial dulu. Tidak jauh dari taman Kaliprogo ini juga terdapat Monumen Bambu Runcing atau yang biasa disebut dengan Monumen Bambang Sugeng yang dibangun didekat makam pahlawan Meyjen TNI Bambang Sugeng sebagai tempat untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah gugur dalam perang untuk mempertahankan negara kesatuan Republik Indonesia.