Museum Hamengkubuwono IX, Peninggalan Sang Raja Pembela Kemerdekaan Indonesia

                                (Sumber gambar : http://sketsabudaya.blogspot.co.id/)

            Di keraton Yogyakarta terdapat berbagai museum yang menarik dikunjungi para wisatawan yang sedang berlibur di Daerah Istiewa Yogyakarta, salah satunya adalah Museum Hamengkubuwono IX. Musium ini didirikan pada awal tahun 1990-an dan diresmikan pada tanggal 28 November 1992 oleh Sultan Hamengku Buwono X. Museum ini berada satu komplek dengan keraton Yogyakarta. Museum ini didedikasikan untuk Sultan Hamengkubuwono IX untuk mengenang jasa selama hidupnya.

      Museum Hamengkubuwono berisi koleksi-koleksi peninggalan Sultan Hamengkubuwono IX semasa hidupnya. Disana terdapat berbagai macam barang-barang yang pernah dipakai atau digunakan Sultan Hamengkubuwono IX dan juga berbagai macam penghargaan yang pernah diraihnya. Bukan hanya barang-barang milik Sultan saja yang di pamerkan di museum ini, akan tetapi di museum ini juga terdapat dokumen-dokumen milik raja Yogyakarta kesembilan tersebut.

       Beberapa benda koleksi yang terdapat di Museum Hamengkubuwono antara lain adalah meja tulis, cindera mata, foto, beberapa penghargaan berupa medali, tanda jasa, dan surat keputusan presiden RI. Terdapat pula koleksi mobil-mobilan Sri Sultan Hamengkubuwono IX ketika masih kecil, peralatan memasak, bumbu dapur, baju, dan berbagai benda lainnya. Disana juga terdapat meja kerja, pakaian, dan berbagai benda lain seperti pakaian seragam militer.

            Di museum ini pengunjung dapat melihat kegiatan-kgiatan yang pernah diikuti oleh Sultan Hamengkubuwono semasa hidupnya, yaitu keterlibatan Sri Sultan dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia, kegiatan Sultan Hamengkubuwono IX di kraton sebagai seorang Sultan Yogyakarta, pejabat negara Republik Indonesia, dan berbagai kegiatan lain seperti Pramuka karena notabene Sultan Hamengkubuwono IX adalah Bapak Pramuka Indonesia, dan juga keseharian sebagai seorang pribadi di mata keluarga, masyarakat, dan teman-temannya.

            Museum ini buka setiap hari kecuali sedang diadakan upacara adat di keraton. Museum ini dibuka pukul 08.30 – 14.00, kecuali hari Jumat hanya buka sampai dengan pukul 13.00. Harga tiket masuk ke Museum Hamengkubuwono IX ini cukup terjangkau, hanya sebesar Rp.5.000, dan akan dikenakan biaya tambahan sebesar Rp.1.000 apabila membawa kamera. Akses menuju Museum Hamengkubuwono IX ini sangat mudah karena letaknya yang berada di tengah pusat kota. Pengunjung bisa berkunjung ke museum menggunakan kendaraan pribadi berupa mobil atau motor, atau menggunakan alat transportasi umum di Yogyakarta seperti Trans Jogja, atau taxi.

            Museum ini sangat baik dikunjungi oleh masyarakat karena museum ini bisa digunakan untuk sarana edukasi, yaitu untuk pendidikan, untuk menyampaikan nilai-nilai baik dari Sultan Hamengkubuwono IX yang dikenang dalam museum. Selain itu, pengunjung juga dapat belajar tentang sosok Sultan Hamengku Buwono IX, dimana di museum ini kita dapat melihat bahwa seorang Sultan juga memiliki kebiasaan dan kehidupan seperti manusia biasa, seperti hobi memasak, fotografi, bermain dengan teman-temannya, dan juga berkumpul dengan keluarga.

Sumber : https://dwijayantiw.wordpress.com/2015/08/10/museum-hamengku-buwono-ix-di-kompleks-keraton-ngayogyakarta/

http://sektiadi.staff.ugm.ac.id/2012/05/museum-sri-sultan-sebagai-sumber-inspirasi-dan-semangat/

Museum Wayang Kekayon, Sejuta Pesona Wayang Nusantara

Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta adalah suatu provinsi yang memiliki berbagai destinasi wisata budaya, seperti keraton, seni pertunjukan, museum, dan lain-lain. Salah satu museum yang memiliki unsur wisata budaya adalah Museum Wayang Kekayon. Kekayon sendiri berasal dari kata Kayon yang berarti gunungan yang melambangkan alam semesta, pada pertunjukan wayang saat Kekayon ditancapkan berarti kehidupan sudah dimulai. Museum ini didirikan oleh Prof. Soejono Parwirihusodo dengan tujuan agar generasi muda bisa mengetahui dan memahami kebudayaan yang ada di Indonesia sebagai warisan budaya. Pada tahun 1987 selesai dibangun, dan diresmikan pada tanggal 5 Januari 1991 oleh Gubernur DIY yaitu Sri Pakualam VII, dan mulai dibuka untuk umum.

Museum ini sangat cocok dikunjungi oleh para penggemar wayang karena di Museum Wayang Kekayon ini memiliki koleksi lebih dari 5000 wayang, yang terbagi menjadi 25 jenis wayang, baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri. Beberapa koleksi yang ada di Museum Wayang Kekayon antara lain adalah, Wayang Purwa, Wayang Madya, Wayang Gedhog, Seratus Wayang Kurawa, Wayang Klithik, Wayang Dupara, Wayang Krucil, Wayang Kancil, Wayang Suluh, Wayng Golek, Wayang Bali,  Wayang India, Wayang Thailand, aneka topeng, busana wayang, dan masih banyak lagi.

Museum yang memiliki luas 1,1 hektare ini terletak di jalan Yogyakarta – Wonosari km 7, No.277, Baturetno, Banguntapan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Museum ini berada 1 km timur ringroad, dari bandara Adisucipto musium ini berjarak 6 km. Sedangkan dari terminal Giwangan berjarak 5 km. Dan apabila ditempuh dari Stasiun Tugu, Malioboro, atau Keraton Yogyakarta berjarak 10 km. Kendaraan yang bisa digunakan untuk mengunjungi museum ini bisa dengan kendaraan pribadi atau angkutan umum jurusan Jogja – Wonosari, atau menggunakan taxi, dan lain sebagainya.


Museum Wayang Kekayon ini memiliki unsur arsitektur tradisional Jawa berbentuk Joglo, dengan dilengkapi dengan banyak pepohonan yang rindang. Bangunan Museum Wayang Kekayon ini terbagi menjadi sembilan bagian. Bagian pertama berisikan wayang purwa gaya Yogyakarta. Bagian kedua berisi koleksi wayang purwa gaya Surakarta. Bagian ketiga berisi koleksi wayang madya dan wayang gedhog. Bagian keempat berisi wayang krucul, klitik, dan wayang beber. Bagian kelima berisi koleksi wayang Madura, dupara, kartasura, kidang kencana, wayang kancil, wayang purworejo, dan masih banyak lagi. Bagian keenam berisi koleksi wayang Bali, wayang menak, wayang suluh, golek menak sentolo, dan lain-lain. Selanjutnya bagian ketujuh berisikan wayang golek dan wayang kreasi baru. Bagian kedelapan berisi koleksi topeng dan pagelaran mini, dan yang terakhir bagian kesembilan berisi koleksi wayang kerasul, wayang Thailand, wayang turis, wayang potehi, wayang karton, dan lain-lain.

Di Museum Wayang Kekayon tidak hanya terdapat koleksi wayang saja, akan tetapi juga terdapat sejumlah bangunan dan replika tentang sejarah Indonesia dari zaman purba hingga sampai zaman proklamasi kemerdekaan. Harga tiket Masuk pada Museum Wayang Kekayon ini adalah Rp.7.000 untuk pelajar atau umum. Rp.10.000 untuk turis asing, dan apanila pengunjung membawa kamera maka akan dikenakan biaya tambahan sebesar Rp.10.000. buka dari hari Selasa – Minggu pukul 08.30 – 14.00, sedangkan utuk hari Sabtu pukul 08.30 – 12.00 WIB.

Museum ini sangat baik dikunjungi oleh semua kalangan baik anak-anak, remaja, maupun orang dewasa karena museum ini bisa menjadi salah satu tempat untuk mengetahui peninggalan budaya yang ada di Indonesia khususnya mengenai wayang. Tempat ini bisa menjadi sarana edukatif, wahana informasi, penelitian, dan pendidikan.

Salah satu wayang yang paling saya sukai di museum ini adalah wayang Gatotkaca.

(Sumber gambar : http://suakawayang.blogspot.co.id/)

Raden Gatotkaca adalah putera Raden Wrekudara yang kedua. Ibunya seorang putri raksasa bernama Dewi Arimbi di Pringgandani. Waktu dilahirkan Gatotkaca berupa raksasa, karena sangat saktinya tidak ada senjata yang dapat memotong tali pusatnya. Kemudian tali pusat itu dapat juga dipotong dengan senjata Karna yang bernama Kunta, tetapi sarung senjata itu masuk ke dalam perut Gatotkaca, dan menambah lagi kesaktiannya. Dengan kehendak dewa-dewa, bayi Gatotkaca itu dimasak seperti bubur dan diisi dengan segala kesaktian; karena. itu Raden Gatotkaca berurat kawat, bertulang besi, berdarah gala-gala, dapat terbang di awan dan duduk di atas awan yang melintang. Kecepatan Gatotkaca pada waktu terbang di awan bagai kilat dan liar bagai halilintar. Kesaktiannya dalam perang, dapat mencabut leher. musuhnya dengan digunakan pada saat yang penting. Gatotkaca diangkat jadi raja di Pringgadani dan ia disebut kesatria di Pringgadani, karena pemerintahan negara dikuasai oleh keturunan dari pihak perempuan. Dalam perang Baratayudha Gatotkaca tewas oleh senjata Kunta yang ditujukan kepada Gatotkaca. Ketika Gatotkaca bersembunyi dalam awan. Gatotkaca jatuh dari angkasa dan mengenai kereta kendaraan Karna hingga hancur lebur. Gatotkaca beristerikan saudara misan, bernama Dewi Pregiwa, puteri Raden Arjuna. (https://wayangku.wordpress.com, 2008)

Sumber : www.jogjatrip.com/id/222/museum-wayang-kekayon

https://wayangku.wordpress.com/2008/10/13/raden-gatotkaca/

Situs Liyangan Temanggung, Peradaban yang Pernah Hilang

Kabupaten Temanggung adalah kabupaten yang memiliki berbagai objek wisata yang menarik untuk dikunjungi, karena Temanggung berada di lokasi geografis yang notabene berada di daerah pegunungan. Namun, ternyata Kabupaten Temanggung tidak hanya memiliki objek wisata alam saja, Kabupaten Temanggung juga memiliki berbagai objek wisata sejarah, salah satunya yang saat ini cukup menjadi perbincangan hangat adalah Situs Liyangan.

                Situs Liyangan berupa candi ukuran kecil, dan hingga kini di kawasan penambangan pasir di lereng Gunung Sindoro itu masih ditemukan benda-benda bersejarah lain, di kawasan dengan ketinggian sekitar 1.400 di atas permukaan air laut tersebut pertama kali ditemukan sebuah talud, yoni, arca, dan batu-batu candi, diduga bahwa situs tersebut sebuah perdusunan karena di antara benda temuan terdapat sisa-sisa rumah berbahan kayu dan bambu. Situs Liyangan berada di Dusun Liyangan, Desa Purbasari, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung.

Situs Liyangan ini diperkirakan sudah berdiri sejak zaman mataram kuno. Menurut para ahli hal itu dibuktikan dengan adanya bulir padi purba, kayu yang terbakar menjadi arang, yang diperkirakan semua itu terbakar dikarenakan terkena erupsi dari Gunung Sindoro. Situs Liyangan ini memang berada di lereng Gunung Sindoro. Dari area situs Gunung Sindoro tampak begitu dekat. Sampai saat ini sudah banyak ditemukan banyak peninggalan baru seperti, tembikar zaman Dinasti Cina kuno, Arang bekas kayu pendopo, rumah dan sebagainya, altar, jalan, dan pagar.

Situs Liyangan ini diperkirakan luasnya sampai ke area persawahan warga (saat ini ekskafasi dilakukan dibekas tambang batu dan pasir). Pernyataan itu diperkuat dari pemandangan yang terlihat disana. Didaerah yang berbatasan dengan sawah warga terdapat seperti pondasi dari batu yang disusun masih secara tradisonal. Dari hal itu dimungkinkan diatas persawahan sana masih akan ditemukan penemuan lainnya.Situs Liyangan ini meskipun diperkirakan lebih besar dari Candi Borobudur bila sudah usai diekskafasi. Tempat ini bukanlah suatu candi namun semacam pemukiman warga jaman mataram kuno. Hal itu diperkuat dengan beberapa waktu lalu ditemukan jalan yang disusun dari batu.

Situs Liyangan berupa candi ukuran kecil, dan hingga kini di kawasan penambangan pasir di lereng Gunung Sindoro itu masih ditemukan benda-benda bersejarah lain, di kawasan dengan ketinggian sekitar 1.400 di atas permukaan air laut tersebut pertama kali ditemukan sebuah talud, yoni, arca, dan batu-batu candi, diduga bahwa situs tersebut sebuah perdusunan karena di antara benda temuan terdapat sisa-sisa rumah berbahan kayu dan bambu. Kemudian terjadi kembali penemuan berupa sebuah bangunan candi yang tinggal bagian kaki dan di atasnya terdapat sebuah yoni yang unik, tidak seperti umumnya, karena yoni ini memiliki tiga lubang, profil klasik Jawa Tengah pada kaki candi menandakan candi ini berasal dari abad 9 Masehi. Yang menjadi misteri dan sangat spektakuler adalah temuan terakhir pada akhir Maret 2010 berupa rumah panggung dari kayu yang hangus terbakar dan masih tampak berdiri tegak. Satu unit rumah tersebut berdiri di atas talud dari batu putih setinggi 2,5 meter.

Selain itu juga ditemukan satu unit rumah kayu lain yang baru tampak pada bagian atapnya, menurut perkiraan bangunan rumah tersebut berada dalam satu kompleks dengan candi dan kemungkinan merupakan satu zaman. Balai Arkeologi Yogyakarta memperkirakan kedua unit rumah itu merupakan bangunan rumah masa Mataram Kuno, dan bisa kemungkinan pada abad 9 Masehi silam tempat tersebut adalah sebuah desa atau dusun kecil yang menghilang dengan terjadinya proses alam seperti tanah longsong atau gempa bumi lainnya. Sehingga tempat tersebut terpendam lonsorann tanah dan pasir atau lahar yang begitu derasnya.

Situs Liyangan ini sangat cocok bagi wisatawan yang menyukai wisata sejarah dan senang mempelajari ilmu arkeologi. Hal lain yang menarik dari objek wisata Situs Liyangan ini adalah, Situs Liyangan ini terletak di lereng Gunung Sindoro, jadi udara disini sangat sejuk. Pengunjung bisa melihat berbagai persawahan dan perkebunan sayur-sayuran di area sekitar Situs Liyangan. Tidak jauh dari objek Situs Liyangan ini juga terdapat kolam renang dengan air yang berasal dari pegunungan yang sangat dingin dan segar.

Akses untuk menuju objek wisata Situs Liyangan ini bisa ditempuh dengan kendaraan baik mobil atau motor pribadi untuk dapat sampai ke tempat wisata. Belum ada penarikan uang untuk masuk ke Situs Liyangan ini, karena objek wisata ini tergolong masih baru dan masih dalam proses penggalian lebih lanjut. Tetapi walaupunobjek wisata Situs Liyangan ini belum selesai dalam proses penggalian secara menyeluruh, objek wisata ini tetap menakjubkan karena tidak ditemui di tempat lain, dan sangat recommended bagi para wisatawan yang menyukai wisata sejarah untuk datang ke tempat ini.

Sources :

http://www.kompasiana.com/ninoy/situs-liyangan-menikmati-jalan-batu-masa-kerajaan-mataram-kuno_55af6310d07a613c2c5d39da

http://www.kompasiana.com/syaifud_adidharta/misteri-situs-liyangan-bagian-kisah-temanggung-di-masa-lalu_551914b7a33311dd14b65916

Curug Lawe Temanggung, Keindahan Benang Air yang Tersembunyi

Berbicara tentang objek wisata di Kabupaten Temanggung memang tidak ada habisnya. Letak yang berada di daerah pegunungan membuat Kabupaten temanggung memiliki berbagai tempat wisata yang beragam. Mulai dari wisata alami maupun buatan. Wisata alam di Temanggung tidak hanya berupa pegunungan saja, Kabupaten Temanggung juga memiliki objek wisata berupa air terjun atau curug, salah satunya adalah Curug Lawe.

                Curug Lawe terletak di Desa Muncar, Kecamatan Gemawang, Kabupaten Temanggung. Wilayah ini berbatasan dengan Kabupaten Kendal. Warga desa di Desa Muncar ini sangat ramah, mereka akan menyambut dan memperlakukan pengunjung dengan hangat dan sangat baik.Perjalanan menuju lokasi berjarak sekitar 26 km dari Kota Temanggung ke arah utara. Waktu yang diperlukan 1 jam perjalanan lewat jalur Parakan-Ngadirejo. Kondisi jalan menuju kesana sudah beraspal hingga desa. Pengunjung juga bisa melewati jalan tembus dengan mengambil arah ke parakan, setelah sampai desa ngimbrang berjalan ke arah kanan dan akan sampai di pasar kedu. Dari pasar Kedu berjalan lurus saja dan mengikuti jalan utama Kedu – Jumo, setelah melewati jembatan ambilah jalur ke arah kiri dan hanya dalam waktu beberapa menit saja pengunjung sudah sampai di tempat tujuan.

Pengunjung yang membawa kendaraan pribadi baik mobil atau motor bisa menitipkan kendaraannya di rumah-rumah penduduk terdekat, kemudian berjalan kaki menyusuri jalan setapak menuju lokasi. Dibutuhkan waktu selama kurang lebih satu jam untuk sampai ke bawah, dimana curug Lawe berada. Pengunjung harus berjalan dari atas ke bawah tebing melewati jalan setapak melewati pematang sawah, melewati ladang kopi dan semak-semak. Udara disini sangat sejuk karena disini banyak pepohonan tumbuh di sekitar, jauh dari kesan polusi kendaraan bermotor atau asap pabrik.Pantas jika pengunjung yang sudah sampai di lokasi curug lawe lebih suka berlama-lama dan enggan untuk kembali.Tidak mudah memang untuk mencapai lokasi, tapi semua itu akan terbayarkan dengan keindahan curug Lawe yang mengesankan. Pengunjung pasti akan terkesan dengan keindahan berupa derasnya air yang segar dan jernih jatuh dari ketinggian. Dengan pepohonan yang masih alami yang tumbuh disekitarnya.

Air terjun ini disebut dengan Curug Lawe karena jatuhnya air terjun dari tebing curam ini sangat mengesankan, yaitu terlihat seperti untaian benang “lawe” yang sangat halus dan berwarna putih. Kata Lawe itu sendiri dalam bahasa Jawa berarti benang-benang halus. Disekitar objek wisata terdapat buah khas Gemawang, yaitu Cendul atau buah kepel yang jarang dijumpai di daerah lain. Jika sedang musimnya, wisatawan bisa memetik buah kepel dari pohonnya secara gratis. Buah ini sangat menyegarkan sehingga bisa menghapus para pengunjung. Tidak jauh dari curug lawe terdapat mata air panas yang bisa dimanfaatkan untuk mengobati beberapa penyakit kulit dan juga tulang, karena airnya mengandung belerang. Di kawasan ini, pengunjung juga bisa menikmati wisata belanja sayuran dan buah-buahan, terutama pisang dengan harga yang sangat murah karena langsung dibeli di petani di pasar muncar.

Curug Lawe ini sangat cocok bagi wisatawan yang menyukai petualangan, pengunjung bisa datang ke objek wisata Curug Lawe ini bersama teman, kerabat, keluarga, atau bisa pula datang secara berkelompok. Pengunjung disarankan membawa air minum yang cukup karena perjalanan ke bawah tebing cukup melelahkan dan akan membuat haus. Curug Lawe ini sangat cocok bagi pengunjung yang ingin berefreshing atau melepas penat. Pengunjung pasti akan merasa fresh kembali dengan melihat segarnya air terjun dan udara yang sangat sejuk disini.

Sources :

https://sites.google.com/site/wisataairterjun/jawa-tengah/curug-lawe—temanggung

http://tani-temanggung.blogspot.co.id/2014/06/curug-lawe-benang-halus-dari-temanggung.html#

http://temanggung.dosen.unimus.ac.id/pariwisata/curug-lawe/#

Jumprit Temanggung, Ketika Alam, Budaya, Agama, Melebur Menjadi Satu

Jumprit Temanggung

Objek wisata Jumprit adalah salah satu tempat wisata di Temanggung yang tidak hanya menawarkan wisata budaya saja, tetapi juga menawarkan wisata alam pegunungan yang indah. Objek wisata ini berada di lereng lereng Gunung Sindoro di ketinggian 2.100 meter dari permukaan laut (dpl), tepatnya di Desa Tegalrejo, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung. Jaraknya hanya sekitar 26 km dari barat laut kota Temanggung. Konsep wisata yang ditawarkan di tempat ini adalah umbul Jumprit. Mata air yang terdapat di umbul Jumprit ini tidak pernah kering meski saat kemarau panjang. Airnya sangat dingin walau pada siang hari, air disini sangat jernih dan menyegarkan karena berasal dari sumber mata air di pegunungan. Air dari umbul ini juga dimanfaatkan penduduk sekitar untuk keperluan sehari-hari, termasuk mengairi sawah dan kebun.

Di umbul Jumprit ini sering dikunjungi banyak peziarah untuk bermeditasi dan mandi kungkum. Biasanya puncak keramaian pengunjung untuk berziarah di tempat ini terjadi pada waktu tertentu, yaitu pada hari-hari yang dianggap keramat. Pada malam 1 Suro ditempat ini juga sangat ramai dengan adanya atraksi wisata Sendhang Sidukun, yaitu tradisi Suran Traji dengan aneka ritual berupa kirab Lurah Traji. Hal lain yang menarik dari umbul Jumprit ini yaitu Jumprit adalah tempat menjadi tempat yang disucikan umat Budha di Indonesia.

Setiap berlangsungnya upacara Trisuci Waisak di Candi Borobudur, air berkahan yang digunakan untuk upacara tersebut diambil dari umbul Jumprit ini. Biasanya pengambilan air suci dilakukan tiga hari sebelum perayaan waisak. Air di umbul Jumprit dipercaya sebagian orang bisa membuat awet muda, enteng rezeki, dekat jodoh dan sarana membuanag sial. Di dekat mata air terdapat makam Ki Jumprit, sosok ahli di Kerajaan Majapahit, yang selalu ramai dikunjungi peziarah untuk keperluan meditasi dan mandi kungkum.

Selain umbul, hal yang akan membuat pengunjung terkesan dengan objek wisata Jumprit adalah terdapat bangunan menyerupai candi. Langgam arsitekturnya mirip dengan bangunan peninggalan Majapahit di Mojokerto, Jawa Timur. Bangunan yang telah berumur ratusan tahun itu menjadi gerbang dari umbul Jumprit. Selain itu, di sekitar area Jumprit terdapat hutan pinus yang membuat objek wisata Jumprit ini menjadi sejuk. Disini wisatawan bisa menikmati indahnya pemandangan saat matahari terbit, udara di kawasan ini juga sangat segar karena berada di lereng Sindoro. Wisatawan juga bisa menikmati panorama alam pegunungan yang indah dan agrowisata sayuran. Di objek wisata Jumprit terdapat sekawanan burung di alam bebas, yang akan selalu menyambut pengunjung dengan ocehan yang saling bersahutan. Selain burung, disini juga terdapat sekawanan kera liar (sekitar 25-30 ekor), mitos menyatakan bahwa konon populasi kera ini tidak pernah bertambah atau pun berkurang. Harga tiket masuk ke umbul Jumprit ini sangat terjangkau, hanya dengan uang Rp.5000 pengunjung sudah bisa menikmati indahnya objek wisata Jumprit Temanggung ini.

Sejarah dari Jumprit ini sudah disebutkan dalam serat Centini, hal ini sering dikaitkan dengan legenda Ki Jumprit yang merupakan ahli nujum di Kerajaan Majapahit. Ki Jumprit bukan hanya dikenal sakti mandraguna, tetapi juga salah seorang putra Prabu Brawijaya, Raja Majapahit. Dia meninggalkan kerajaan, agar bisa mengamalkan ilmu dan kesaktiannya kepada masyarakat luas. Perjalanan panjangnya berakhir di Desa Tegalrejo, Kecamatan Ngadirejo Kabupaten Temanggung. Beberapa tokoh masyarakat meyakini, Ki Jumprit adalah leluhur dari masyarakat Temanggung yang tersebar di lereng Gunung Sindoro dan Sumbing. Namun hal ini masih memerlukan kajian mendalam, terutama dari aspek kesejarahan.

Akses untuk menuju objek wisata Jumprit cukup mudah, karena kawasan Jumprit berada di jalur strategis, yaitu jalur wisata Borobudur-Dieng, Semarang-Bandungan-Dieng, serta dari berbagai arah dengan kemudahan aksesibilitas, baik dari Wonosobo, Kendal, Maupun Yogyakarta. Akses kendaraan yang bisa digunakan untuk menuju ke objek wisata Jumprit yaitu dengan kendaraan umum dari ibu kota Kecamatan Ngadirejo. Pengunjung juga bisa menggunakan kendaraan pribadi baik mobil atau sepeda motor. Jalan menuju lokasi sudah diaspal, sehingga mempermudah akses pengunjung dalam perjalanan menuju ke lokasi.

Sources : http://www.kompasiana.com/aniefistianah/sejarah-dan-legenda-jumprit-temanggung_550031d2a333114e7550fe53

http://mytrip123.com/wisata-jumprit-di-ngadirjo-temanggung/

Taman Bambu Runcing

Taman Bambu Runcing merupakan taman yang tergolong baru. Taman ini menambah daftar destinasi wisata taman buatan di Kabupaten Temanggung. Dinamai Taman Bambu Runcing karena taman ini memiliki replika patung bambu runcing yang sangat besar yang terdapat di tengah area taman. Taman Bambu Runcing terdapat di Jalan Kosasih No.52 Parakan Kauman, Parakan, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.

Taman ini memang berada agak jauh dari pusat Kota Temanggung, namun akses untuk menuju taman ini tidaklah sulit. Anda bisa menggunakan kendaraan baik pribadi maupun kendaraan umum untuk datang ke tamn ini. Apabila anda menggunakan kendaraan umum dari kota Temanggung, anda bisa naik angkutan kota berwarna kuning atau biru tua, atau bus kota lalu turun di pasar parakan, kemudian melanjutkan perjalanan dengan naik bus kecil dari pasar dan turun depan Taman Bambu Runcing. Anda juga bisa berjalan kaki dari pasar Parakan karena jalannya cukup dekat.

Fasilitas yang terdapat di Taman Bambu Runcing ini antara lain Play Ground, Sitting Group, Plaza Fountain, Lapangan Basket, toilet, mushola, dan juga lahan parkir. Pengunjung tidak dikenakan biaya tiket masuk apabila berkunjung ke Taman Bambu Runcing ini, akan tetapi pengunjung yang menggunakan kendaraan pribadi dikenakan biaya parkir sebesar Rp.2.000 saja.

Taman ini terdapat beberapa jenis tanaman hias dan tanaman bunga, akan tetapi belum terlalu banyak, karena taman ini masih tergolong baru dan masih dalam tahap perkembangan. Di taman ini juga terdapat tempat-tempat duduk untuk bersantai, gazebo, kolam, serta terdapat pula jalan khusus untuk penyandang disabilitas.

img_20161130_113349

Jalan Khusus Penyandang Disabilitas

Tata letak dan tata ruang dari Taman Bambu Runcing ini sangat baik dan menarik untuk dijadikan spot foto. Apalagi jika pada saat cuaca cerah, di taman ini bisa terlihat dua gunung kembar yaitu Gunung Sumbing dan Gunung Sindoro dari jarak yang cukup dekat. Pemandangan ini bisa menambah keindahan untuk background saat berfoto di taman ini.

Taman Bambu Runcing ini menjadi salah satu rekomendasi para wisatawan yang akan berkunjung ke Kabupaten Temanggung dan ingin jalan-jalan menghabiskan waktu untuk melihat taman kota dan juga untuk berefreshing dan melepas kejenuhan dari rutinitas sehari-hari.

Taman Pengayoman

Taman Pengayoman adalah taman yang terletak tepat di pusat kota Temanggung. Taman ini dekat dengan pusat pemerintahan Kabupaten Temanggung, yaitu kantor Bupati dan juga kantor DPRD Kabupaten Temanggung. Letak taman ini sangat strategis karena berada di area yang sering dilalui oleh orang-orang. Taman Pengayoman ini tepatnya berada di Jalan Dr. Wahidin, Temanggung II, Kecamatan Temanggung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.

Taman Pengayoman ini adalah taman yang sangat sejuk dan asri, banyak tanaman-tanaman bunga disana. Penataan taman ini sangat rapi dan indah sehingga sangat baik sekali untuk spot foto dan sangat cocok bagi pengunjung yang hobi berfoto. Keberadaan Taman Pengayoman ini menjadi warna tersendiri bagi kota Temanggung, karena terdapat taman yang sangat asri dan sejuk di tengah-tengah kota.

Di Taman Pengayoman ini terdapat juga beberapa tanaman buah, pengunjung bisa memetiknya ketika sedang berkunjung ke taman ini. Taman ini mempunyai beberapa tempat duduk yang di desain sangat baik yang ditata di bawah pohon-pohon yang ada disana, terdapat pula beberapa gazebo-gazebo di pinggir taman ini yang bisa digunakan pengunjung untuk duduk bersantai.

Di sekitaran Taman Pengayoman terdapat banyak pedagang kuliner berbagai makanan siap santap. Jadi pengunjung bisa membeli makanan di sekitaran taman dan menikmati makanan di area Taman Pengayoman sambil duduk santai menikmati asrinya taman ini.

Taman ini mempunyai beberapa fasilitas penunjang seperti toilet dan mushola, jadi pengunjung tidak perlu khawatir akan kelengkapan fasilitas penunjang yang ada disini. Akses untuk menuju ke tempat ini sangatlah mudah, karena jalan yang sudah baik dan alat transportasi umum yang mudah dijangkau, karena hampir seluruh angkutan kota melewati area dekat Taman Pengayoman ini. Pengunjung juga bisa datang ke taman ini menggunakan kendaraan berupa mobil atau motor karena taman ini mempunyai lahan tempat parkir yang bisa menampung kendaraan para pengunjung.

img_20161130_110504

Mushola

Taman Pengayoman ini berdekatan dengan alun-alun Kabupaten Temanggung yang menjadi salah satu tempat yang menjadi pusat kegiatan masyarakat Kabupaten Temanggung untuk berolah raga, jogging, berwisata kuliner, jalan-jalan, dan lain sebagainya. Maka tidak heran jika area Taman Pengayoman ini selalu ramai. Tidak dikenakan biaya apabila anda ingin berkunjung ke Taman Pengayoman ini. Tidak ada batasan waktu untuk berkunjung ke taman ini, karena Taman Pengayoman ini terbuka untuk siapapun dan kapan pun.

Pikatan Waterpark

Pikatan Waterpark merupakan tempat wisata favorit di Kabupaten Temanaggung. Pikatan Waterpark adalah wahana air terbesar di wilayah Kabupaten Temanggung dan sekitarnya dengan luas sekitar 1,5 hektare. Pikatan Waterpark ini terletak di Desa Mudal, Kecamatan Temanggung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Akses untuk menuju ke Pikatan waterpark sangat mudah, karena letaknya yang strategis dan berada tidak jauh dari pusat kota Kabupaten Temanggung. Pengungjung bisa menggunakan alat transortasi pribadi baik mobil atau motor, atau alat transportasi umum yaitu angkutan umum berwarna biru muda atau pengunjung juga bisa naik dokar (delman) yang bisa ditemui di pasar Temanggung.

img_20161130_104751

Gapura Memasuki Area Pikatan Waterpark

Pikatan waterpark adalah objek wisata air yang patut untuk dikunjungi, karena sumber air di wahana air Pikatan Waterpark Temanggung ini merupakan air yang berasal dari mata air pegunungan asli. Dengan latar belakang pemandangan Gunung Sumbing dan Gunung Sindoro yang menambah keindahan suasana, ditambah dingin dan segarnya air jernih pegunungan.

Pikatan Waterpark mempunyai sejumlah wahana permainan air, antara lain 5 kolam renang, satu di antaranya merupakan kolam prestasi, 11 water slide dengan ukuran paling panjang 40 meter, jembatan goyang, dan ember tumpah. Dan tersedia fasilitas tempat bilas dengan air hangat. Selain itu juga tersedia permaianan yang lain, yaitu flying fox dan bola transparan. Selain fasilitas dan arena bermain yang memadai, di Pikatan waterpark juga terdapat beberapa ikan yang berenang di saluran penyaringan air. Harga tiket masuk di Pikatan Waterpark ini adalah Rp.12.000 untuk hari biasa dan Rp.18.000 untuk weekend dan hari libur.

Keunikan dari Pikatan waterpark yang membedakan dengan wahana air yang lain adalah perjalanan menuju Pikatan yang menarik, karena melewati persawahan yang luas dan jalan yang lebar.Dengan latar belakang pemandangan Gunung Sumbing dan Gunung Sindoro, serta dingin dan segarnya air jernih pegunungan menambah keindahan suasana di wahana air Pikatan Waterpark ini.

img_20161130_104919

Pintu Masuk Pikatan Waterpark

Di depan pintu masuk Pikatan Waterpark ini terdapat berbagai warung makanyang bisa menjadi pilihan pengunjung untuk mengisi perut seusai berenang. Beberapa makanan yang sangat khas di sini adalah jagung bakar dan pecel lele. Menu tersebut bisa menjadi pilihan ketika pengunjung datang kemari.Bagi pengunjung yang mempunyai hobi memancing, didekat Pikatan Waterpark ini terdapat tempat pemancingan yang masih satu area dengan Pikatan.

Pikatan waterpark sangat cocok digunakan untuk berlibur bersama teman, sahabat, atau keluarga. Selain itu, objek wisata Pikatan ini juga sangat cocok bagi wisatawan yang ingin menghabiskan hari libur atau yang ingin refreshing melepas penat dan mengisi waktu luang dengan berenang disini. Dengan air yang berasal dari pegunungan yang masih alami dan menyegarkanpasti akan membuat pengunjung terkesan. Tidak hanya anak-anak saja, orang dewasapun dapat bermain di kawasan wisata Pikatan waterpark ini.

Taman Rekreasi Kartini

Taman Rekreasi Kartini adalah salah satu tempat wisata populer di Kabupaten Temanggung. Taman ini terletak di daerah yang strategis karena dekat terminal dan dekat dengan pusat kota Kabupaten Temanggung yang sering dilalui oleh kendaraan umum baik kendaraan dalam kota maupun kendaraan dari luar daerah yang akan memasuki Kabupaten Temanggung. Tidak heran jika Taman Rekreasi Kartini ini sering dikunjungi oleh pengunjung baik pengunjung dari daerah Kabupaten Temanggung maupun dari luar daerah Temanggung.

img_20161130_102217

Pintu Masuk Area Taman Rekreasi Kartini

Taman Rekreasi Kartini ini terletak di Jalan Suwandi Suwardi, Kowangan, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Pengunjung bisa datang ke tempat ini menggunakan kendaraan pribadi seperti mobil, sepeda motor, maupun sepeda, karena taman ini mempunyai area parkir yang cukup luas. Dan apabila anda tidak membawa kendaraan pribadi, anda bisa naik angkutan kota. Apabila anda dari terminal kota Temanggung, anda bisa naik angkutan kota berwarna orange tipe A, B, C, D, atau angkutan kota berwarna hijau, atau anda juga bisa naik bis kota berukuran kecil dari sana. Pengunjung tidak dikenakan biaya apabila masuk ke taman rekreasi Kartini ini, pengunjung hanya dikenakan biaya parkir sebesar Rp.2.000.

Di Taman Rekreasi Kartini ini pengunjung bisa menikmati sejuknya angin dan suasana taman yang teduh karena disini banyak pohon-pohon rindang. Disini tersedia taman bermain anak berupa berbagai wahana permainan seperti ayunan, jungkat-jungkit, papan seluncur, patung-patung bernuansa anak-anak, goa buatan, dan masih banyak lagi.

Selain taman bermain anak, di Taman Rekreasi Kartini ini juga terdapat kolam renang untuk berenang dengan standar yang sudah cukup baik. Disana tersedia berbagai tipe kolam dan dilengkapi dengan water slidedan kamar bilas. Untuk berenang di kolam renang Taman Rekreasi Kartini ini dikenakan biaya masuk Rp.5.000 untuk hari biasa, dan Rp.7.000 untuk weekend dan hari libur.

Disamping kolam renang, di Taman Rekreasi Kartini juga terdapat outbond area, disana terdapat beberapa permaianan outbond sederhana seperti panjat tebing buatan, jaring-jaring tali, dan masih banyak lagi.

img_20161130_102855

Outbond Area

Area Taman Rekreasi Kartini ini juga memiliki Bioskop 4 dimensi mini. Pengunjung bisa menikmati film dengan efek 4 dimensi yang terlihat nyata disini dengan harga tiket masuk sebesar Rp.20.000.

Pada area depan Taman Rekreasi Kartini ini terdapat perpustakaan daerah Kabupaten Temanggung. Perpustakaan ini masih dalam satu kawasan dengan Taman Rekreasi Kartini ini. Disana terdapat berbagai macam jenis buku lengkap, fasilitas yang memadai seperti komputer, wifi, ruang baca yang nyaman, serta tertata dengan rapi dan bersih. Perpustakaan daerah ini merupakan perpustakaan terbesar dan terlengkap di Kabupaten Temanggung.

img_20161130_103818

Perpustakaan Daerah Kabupaten Temanggung

Di ujung timur Taman Rekreasi Kartini ini terdapat jajaran pondok makan yang menjual berbagai makanan dan camilan serta oleh-oleh khas Temanggung. Pengunjung bisa menikmati makanan disini usai bermain di Taman Rekreasi Kartini.

img_20161130_103620

Jajaran Pondok Makan

Taman Rekreasi Kartini ini bisa menjadi pilihan liburan menarik bagi anda bersama dengan keluarga, mungkin hanya sekedar untuk berefreshing dan melepas penat dari rutinitas sehari-hari, tempat ini bisa menjadi pilihan yang tepat, karena anda bisa mendapatkan berbagai macam atraksi wisata hanya dalam satu area. Selain itu, Taman Rekreasi Kartini ini juga memiiki lahan parkir yang cukup luas, sehingga sangat cocok bagi anda yang ingin berwisata ke tempat ini bersama dengan keluarga besar atau bersama teman-teman maupun kerabat dekat anda.

Taman Kaliprogo Temanggung

img_20161130_100915

Tulisan di depan Taman kali Progo

Taman Kaliprogo merupakan destinasi wisata yang tergolong baru di Kabupaten Temanggung. Taman Kaliprogo terletak di Kecamatan Kranggan, Kabupaten Temanggung tepatnya di bawah jembatan Kranggan. Apabila anda dari arah kota Temanggung, taman ini terletak di kanan jalan sebelum jembatan, dan anda akan melihat taman ini berada di bawah jembatan ketika anda melewati jembatan tersebut.

Anda bisa datang ke tempat ini menggunakan kendaraan pribadi berupa mobil atau sepeda motor maupun kendaraan umum, yaitu angkutan kota berwarna orange tipe A,B, atau angkutan kota berwarna hijau dari terminal kota Temanggung maupun dari pasar kota Temanggung. Anda juga bisa datang kesini menggunakan sepeda apabila lokasi tempat keberangkatan anda tidak jauh dari taman ini, karena taman ini juga menyediakan tempat parkir sepeda khusus yang cukup luas bagi pengunjung yang membawa sepeda.Untuk dapat menikmati keindahan taman Kaliprogo ini pengunjung tidak dikenakan biaya masuk maupun biaya parkir.

img_20161130_101149

Tempat Parkir Sepeda

Keistimewaan dari taman Kaliprogo ini adalah letaknya yang berada dipinggir sungai Progo. Ada berbagai fasilitas yang ada di taman Kaliprogo ini antara lain adalah Plaza utama, Amphitheater alam, Shelter sawah, Area outdoor fitness, Area taman bermain anak, Area refleksi, bangunan pengelola, Area pandang, parkir sepeda, parkir sepeda motor, parkir mobil, Shelter pandang, kantin makanan, toilet, dan Shaung playground.

Di taman Kaliprogo ini pengunjung bisa merasakan duduk bersantai di taman dengan nuansa yang sangat alami, karena pengunjung bisa menikmati alam sekitar berupa pemandangan sungai progo dan suara derasnya air yang segar. Di taman Kaliprogo ini juga banyak ditumbuhi berbagai pepohonan yang membuat udara menjadi sejuk dan juga membuat area taman Kaliprogo ini teduh dan sangat nyaman untuk bersantai bersama teman, kerabat, maupun keluarga.Taman Kaliprogo ini juga sangat cocok bagi pengunjung yang suka berfoto karena disini terdapat berbagai tanaman bunga yang bagus untuk spot foto. Bukan hanya cocok bagi pengunjung yang suka berfoto, taman Kaliprogo ini juga sangat cocok bagi pengunjung yang mempunyai hobi memancing, karena disini pengunjung diperbolehkan memancing di sungai Kaliprogo yang terdapat di samping taman ini tanpa dikenakan biaya.img_20161130_100935Di taman Kaliprogo ini anda bisa melihat juga jembatan tua peninggalan jaman penjajahan yang menjadi saksi bisu pembantaian ribuan rakyat Indonesia pada masa kolonial dulu. Tidak jauh dari taman Kaliprogo ini juga terdapat Monumen Bambu Runcing atau yang biasa disebut dengan Monumen Bambang Sugeng yang dibangun didekat makam pahlawan Meyjen TNI Bambang Sugeng sebagai tempat untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah gugur dalam perang untuk mempertahankan negara kesatuan Republik Indonesia.

img_20161130_101401

Jembatan Peninggalan Masa Kolonial Tampak dari Taman Kali Progo

Taman Kaliprogo ini cocok bagi anda pecinta durian, karena di area taman Kaliprogo ini banyak penjual durian yang setiap hari menjual dagangannya di area ini. Bukan hanya durian saja, di area taman Kaliprogo juga banyak penjual es kelapa muda yang dapat menghilangkan rasa dahaga anda saat berkunjung disini sambil duduk bersantai menikmati pemandangan di taman ini.