Situs Liyangan Temanggung, Peradaban yang Pernah Hilang

Kabupaten Temanggung adalah kabupaten yang memiliki berbagai objek wisata yang menarik untuk dikunjungi, karena Temanggung berada di lokasi geografis yang notabene berada di daerah pegunungan. Namun, ternyata Kabupaten Temanggung tidak hanya memiliki objek wisata alam saja, Kabupaten Temanggung juga memiliki berbagai objek wisata sejarah, salah satunya yang saat ini cukup menjadi perbincangan hangat adalah Situs Liyangan.

                Situs Liyangan berupa candi ukuran kecil, dan hingga kini di kawasan penambangan pasir di lereng Gunung Sindoro itu masih ditemukan benda-benda bersejarah lain, di kawasan dengan ketinggian sekitar 1.400 di atas permukaan air laut tersebut pertama kali ditemukan sebuah talud, yoni, arca, dan batu-batu candi, diduga bahwa situs tersebut sebuah perdusunan karena di antara benda temuan terdapat sisa-sisa rumah berbahan kayu dan bambu. Situs Liyangan berada di Dusun Liyangan, Desa Purbasari, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung.

Situs Liyangan ini diperkirakan sudah berdiri sejak zaman mataram kuno. Menurut para ahli hal itu dibuktikan dengan adanya bulir padi purba, kayu yang terbakar menjadi arang, yang diperkirakan semua itu terbakar dikarenakan terkena erupsi dari Gunung Sindoro. Situs Liyangan ini memang berada di lereng Gunung Sindoro. Dari area situs Gunung Sindoro tampak begitu dekat. Sampai saat ini sudah banyak ditemukan banyak peninggalan baru seperti, tembikar zaman Dinasti Cina kuno, Arang bekas kayu pendopo, rumah dan sebagainya, altar, jalan, dan pagar.

Situs Liyangan ini diperkirakan luasnya sampai ke area persawahan warga (saat ini ekskafasi dilakukan dibekas tambang batu dan pasir). Pernyataan itu diperkuat dari pemandangan yang terlihat disana. Didaerah yang berbatasan dengan sawah warga terdapat seperti pondasi dari batu yang disusun masih secara tradisonal. Dari hal itu dimungkinkan diatas persawahan sana masih akan ditemukan penemuan lainnya.Situs Liyangan ini meskipun diperkirakan lebih besar dari Candi Borobudur bila sudah usai diekskafasi. Tempat ini bukanlah suatu candi namun semacam pemukiman warga jaman mataram kuno. Hal itu diperkuat dengan beberapa waktu lalu ditemukan jalan yang disusun dari batu.

Situs Liyangan berupa candi ukuran kecil, dan hingga kini di kawasan penambangan pasir di lereng Gunung Sindoro itu masih ditemukan benda-benda bersejarah lain, di kawasan dengan ketinggian sekitar 1.400 di atas permukaan air laut tersebut pertama kali ditemukan sebuah talud, yoni, arca, dan batu-batu candi, diduga bahwa situs tersebut sebuah perdusunan karena di antara benda temuan terdapat sisa-sisa rumah berbahan kayu dan bambu. Kemudian terjadi kembali penemuan berupa sebuah bangunan candi yang tinggal bagian kaki dan di atasnya terdapat sebuah yoni yang unik, tidak seperti umumnya, karena yoni ini memiliki tiga lubang, profil klasik Jawa Tengah pada kaki candi menandakan candi ini berasal dari abad 9 Masehi. Yang menjadi misteri dan sangat spektakuler adalah temuan terakhir pada akhir Maret 2010 berupa rumah panggung dari kayu yang hangus terbakar dan masih tampak berdiri tegak. Satu unit rumah tersebut berdiri di atas talud dari batu putih setinggi 2,5 meter.

Selain itu juga ditemukan satu unit rumah kayu lain yang baru tampak pada bagian atapnya, menurut perkiraan bangunan rumah tersebut berada dalam satu kompleks dengan candi dan kemungkinan merupakan satu zaman. Balai Arkeologi Yogyakarta memperkirakan kedua unit rumah itu merupakan bangunan rumah masa Mataram Kuno, dan bisa kemungkinan pada abad 9 Masehi silam tempat tersebut adalah sebuah desa atau dusun kecil yang menghilang dengan terjadinya proses alam seperti tanah longsong atau gempa bumi lainnya. Sehingga tempat tersebut terpendam lonsorann tanah dan pasir atau lahar yang begitu derasnya.

Situs Liyangan ini sangat cocok bagi wisatawan yang menyukai wisata sejarah dan senang mempelajari ilmu arkeologi. Hal lain yang menarik dari objek wisata Situs Liyangan ini adalah, Situs Liyangan ini terletak di lereng Gunung Sindoro, jadi udara disini sangat sejuk. Pengunjung bisa melihat berbagai persawahan dan perkebunan sayur-sayuran di area sekitar Situs Liyangan. Tidak jauh dari objek Situs Liyangan ini juga terdapat kolam renang dengan air yang berasal dari pegunungan yang sangat dingin dan segar.

Akses untuk menuju objek wisata Situs Liyangan ini bisa ditempuh dengan kendaraan baik mobil atau motor pribadi untuk dapat sampai ke tempat wisata. Belum ada penarikan uang untuk masuk ke Situs Liyangan ini, karena objek wisata ini tergolong masih baru dan masih dalam proses penggalian lebih lanjut. Tetapi walaupunobjek wisata Situs Liyangan ini belum selesai dalam proses penggalian secara menyeluruh, objek wisata ini tetap menakjubkan karena tidak ditemui di tempat lain, dan sangat recommended bagi para wisatawan yang menyukai wisata sejarah untuk datang ke tempat ini.

Sources :

http://www.kompasiana.com/ninoy/situs-liyangan-menikmati-jalan-batu-masa-kerajaan-mataram-kuno_55af6310d07a613c2c5d39da

http://www.kompasiana.com/syaifud_adidharta/misteri-situs-liyangan-bagian-kisah-temanggung-di-masa-lalu_551914b7a33311dd14b65916

Tinggalkan komentar