Jumprit Temanggung, Ketika Alam, Budaya, Agama, Melebur Menjadi Satu

Jumprit Temanggung

Objek wisata Jumprit adalah salah satu tempat wisata di Temanggung yang tidak hanya menawarkan wisata budaya saja, tetapi juga menawarkan wisata alam pegunungan yang indah. Objek wisata ini berada di lereng lereng Gunung Sindoro di ketinggian 2.100 meter dari permukaan laut (dpl), tepatnya di Desa Tegalrejo, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung. Jaraknya hanya sekitar 26 km dari barat laut kota Temanggung. Konsep wisata yang ditawarkan di tempat ini adalah umbul Jumprit. Mata air yang terdapat di umbul Jumprit ini tidak pernah kering meski saat kemarau panjang. Airnya sangat dingin walau pada siang hari, air disini sangat jernih dan menyegarkan karena berasal dari sumber mata air di pegunungan. Air dari umbul ini juga dimanfaatkan penduduk sekitar untuk keperluan sehari-hari, termasuk mengairi sawah dan kebun.

Di umbul Jumprit ini sering dikunjungi banyak peziarah untuk bermeditasi dan mandi kungkum. Biasanya puncak keramaian pengunjung untuk berziarah di tempat ini terjadi pada waktu tertentu, yaitu pada hari-hari yang dianggap keramat. Pada malam 1 Suro ditempat ini juga sangat ramai dengan adanya atraksi wisata Sendhang Sidukun, yaitu tradisi Suran Traji dengan aneka ritual berupa kirab Lurah Traji. Hal lain yang menarik dari umbul Jumprit ini yaitu Jumprit adalah tempat menjadi tempat yang disucikan umat Budha di Indonesia.

Setiap berlangsungnya upacara Trisuci Waisak di Candi Borobudur, air berkahan yang digunakan untuk upacara tersebut diambil dari umbul Jumprit ini. Biasanya pengambilan air suci dilakukan tiga hari sebelum perayaan waisak. Air di umbul Jumprit dipercaya sebagian orang bisa membuat awet muda, enteng rezeki, dekat jodoh dan sarana membuanag sial. Di dekat mata air terdapat makam Ki Jumprit, sosok ahli di Kerajaan Majapahit, yang selalu ramai dikunjungi peziarah untuk keperluan meditasi dan mandi kungkum.

Selain umbul, hal yang akan membuat pengunjung terkesan dengan objek wisata Jumprit adalah terdapat bangunan menyerupai candi. Langgam arsitekturnya mirip dengan bangunan peninggalan Majapahit di Mojokerto, Jawa Timur. Bangunan yang telah berumur ratusan tahun itu menjadi gerbang dari umbul Jumprit. Selain itu, di sekitar area Jumprit terdapat hutan pinus yang membuat objek wisata Jumprit ini menjadi sejuk. Disini wisatawan bisa menikmati indahnya pemandangan saat matahari terbit, udara di kawasan ini juga sangat segar karena berada di lereng Sindoro. Wisatawan juga bisa menikmati panorama alam pegunungan yang indah dan agrowisata sayuran. Di objek wisata Jumprit terdapat sekawanan burung di alam bebas, yang akan selalu menyambut pengunjung dengan ocehan yang saling bersahutan. Selain burung, disini juga terdapat sekawanan kera liar (sekitar 25-30 ekor), mitos menyatakan bahwa konon populasi kera ini tidak pernah bertambah atau pun berkurang. Harga tiket masuk ke umbul Jumprit ini sangat terjangkau, hanya dengan uang Rp.5000 pengunjung sudah bisa menikmati indahnya objek wisata Jumprit Temanggung ini.

Sejarah dari Jumprit ini sudah disebutkan dalam serat Centini, hal ini sering dikaitkan dengan legenda Ki Jumprit yang merupakan ahli nujum di Kerajaan Majapahit. Ki Jumprit bukan hanya dikenal sakti mandraguna, tetapi juga salah seorang putra Prabu Brawijaya, Raja Majapahit. Dia meninggalkan kerajaan, agar bisa mengamalkan ilmu dan kesaktiannya kepada masyarakat luas. Perjalanan panjangnya berakhir di Desa Tegalrejo, Kecamatan Ngadirejo Kabupaten Temanggung. Beberapa tokoh masyarakat meyakini, Ki Jumprit adalah leluhur dari masyarakat Temanggung yang tersebar di lereng Gunung Sindoro dan Sumbing. Namun hal ini masih memerlukan kajian mendalam, terutama dari aspek kesejarahan.

Akses untuk menuju objek wisata Jumprit cukup mudah, karena kawasan Jumprit berada di jalur strategis, yaitu jalur wisata Borobudur-Dieng, Semarang-Bandungan-Dieng, serta dari berbagai arah dengan kemudahan aksesibilitas, baik dari Wonosobo, Kendal, Maupun Yogyakarta. Akses kendaraan yang bisa digunakan untuk menuju ke objek wisata Jumprit yaitu dengan kendaraan umum dari ibu kota Kecamatan Ngadirejo. Pengunjung juga bisa menggunakan kendaraan pribadi baik mobil atau sepeda motor. Jalan menuju lokasi sudah diaspal, sehingga mempermudah akses pengunjung dalam perjalanan menuju ke lokasi.

Sources : http://www.kompasiana.com/aniefistianah/sejarah-dan-legenda-jumprit-temanggung_550031d2a333114e7550fe53

http://mytrip123.com/wisata-jumprit-di-ngadirjo-temanggung/

Tinggalkan komentar